Tampilkan postingan dengan label Asbabun Nuzul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asbabun Nuzul. Tampilkan semua postingan

06 Desember 2010

Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah, 2: 80

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa di waktu Rasulullah SAW sampai ke Madinah, kaum Yahudi berkata: "Umur dunia ini tujuh ribu tahun. Manusia disiksa tiap seribu tahun dari hari dunia ini sehari di Yaumilakhir, sehingga jumlahnya hanya tujuh hari saja, dan setelah itu putuslah siksaan itu. Maka Allah turunkan ayat ini (S. 2: 80) sebagai bantahan dan peringatan kepada orang-orang yang menganggap dirinya lebih tahu dari Allah SWT.
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani di dalam kitabnya al-Kabir, demikian juga Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dari Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Abi Muhammad dari Ikrimah atau Sa'id bin Jubair yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 80) sehubungan dengan ucapan kaum Yahudi yang berkata: "Kita tidak akan masuk neraka kecuali beberapa hari saja, selama kita menyembah anak sapi, yaitu empat puluh hari, sesuai dengan sumpah kita. Dan apabila telah habis empat puluh hari, putuslah siksaan terhadap kita."
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari ad-Dlahhak yang bersumber dari 'Ikrimah, Ibnu Abbas dan lain-lain.)

--------------------------------------------------------
Sumber : Asbabun Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat al-Quran , Edisi
Kedua,K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan dkk, CV Penerbit Diponegoro. Bandung 2004.

Selengkapnya...

Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah, 2: 79

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S. 2: 79) turun tentang ahli kitab yang memalsukan Taurat.
(Diriwayatkan oleh an-Nasa'i yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 79) tentang padri-padri bangsa Yahudi yang mendapatkan sifat-sifat Nabi SAW tertulis dalam kitab Taurat yang berbunyi: Matanya seperti yang selalu memakai cela, tingginya sedang, rambutnya kriting, mukanya cantik." Akan tetapi mereka hapus (kalimat tersebut dari Taurat) karena dengki dan benci serta menggantinya dengan kalimat: "Badannya tinggi, matanya biru, rambutnya lurus."
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

--------------------------------------------------------
Sumber : Asbabun Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat al-Quran , Edisi
Kedua,K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan dkk, CV Penerbit Diponegoro. Bandung 2004.


Selengkapnya...

Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah, 2: 76

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Nabi SAW pada peperangan Bani Quraidzah berdiri di bawah benteng mereka. Dengan marahnya atas pengkhianatan mereka, beliau bersabda: "Hai saudara-saudara kera!Hai saudara-saudara babi! Hai penyembah-penyembah thaghut!" Para pemimpin bani Quraidzah berkata kepada kaumnya. "Siapa yang memberitahu Muhammad tentang ucapan yang dikeluarkannya itu! Ia tidak mungkin tahu kecuali dari kamu. Mengapa kalian beritahukan kepada mereka tentang kutukan Allah kepada kalian, sehingga mereka dapat mengalahkan hujjah kalian?" Maka turunlah ayat ini (S. 2: 76) yang menegaskan penyesalan mereka akan kebocoran isi Taurat kepada Nabi Muhammad SAW.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa apabila kaum Yahudi bertemu dengan orang-orang muminin, mereka (kaum Yahudi) berkata: "Kami percaya bahwa shahabatmu itu Utusan Allah, akan tetapi diutusnya hanya kepadamu saja." Apabila bertemu dengan teman-teman mereka, mereka berkata: "Janganlah kamu memperbincangkan masalah ini (kerasulan) dengan orang-orang Arab, karena kamu dahulu pernah meminta kepada Allah agar mendapat kemenangan terhadap orang-orang Arab dengan kebesaran utusan yang akan datang (Muhammad), sedang kenyataannya utusan itu dari golongan mereka." Maka Allah turunkan ayat ini (S. 2: 76) sebagai penjelasan atas kelakukan kaum Yahudi.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari 'Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)

Dalam riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat ini (S. 2: 76) tentang orang-orang Yahudi yang beriman, kemudian jadi kaum munafiq. Dahulu di waktu mereka beriman, mereka sering mendatangi kaum Mukminin bangsa Arab dengan membawa berita yang biasa mereka perbincangkan. Setelah munafiq mereka berbicara di antara satu sama lainnya. "Mengapa kamu beritahukan tentang kutukan Allah yang berupa siksaan terhadap kita sehingga mereka (kaum Mukminin) dapat berkata: "Kami lebih dicintai Allah dan lebih mulia daripada kamu."
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari as-Suddi.)


--------------------------------------------------------
Sumber : Asbabun Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat al-Quran , Edisi
Kedua,K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan dkk, CV Penerbit Diponegoro. Bandung 2004.

Selengkapnya...

Asbabun Nuzul Surah Al-Baqarah, 2: 62

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Salman bertanya kepada Nabi SAW tentang penganut agama yang pernah ia anut bersama mereka. Ia terangkan cara shalatnya dan ibadahnya. Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 62) sebagai penegasan bahwa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan berbuat shaleh akan mendapat pahala dari Allah SWT.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan al-Adni dalam musnadnya dari Ibnu Abi Najih yang bersumber dari Mujahid.) 


Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ketika Salman menceritakan kepada Rasulullah kisah teman-temannya, maka Nabi SAW bersabda: "Mereka di neraka." Salman berkata: "Seolah-olah gelap gulitalah bumi bagiku. Akan tetapi setelah turun ayat ini (S. 2: 62) seolah-olah terang-benderang dunia bagiku."
(Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari Abdullah bin Katsir yang bersumber dari Mujahid.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini (S. 2: 62) turun tentang teman-teman Salman al-Farisi.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari As-Suddi.)

------------------------------------------------------
Sumber : Asbabun Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat al-Quran , Edisi
Kedua,K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan dkk, CV Penerbit Diponegoro. Bandung 2004.

Selengkapnya...

29 April 2009

Asbabun nuzul surah al-Baqarah, 2: 44

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ .

Artinya : “Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” (Q.S al-Baqarah, 2: 44).

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa turunnya ayat tersebut di atas tentang seorang Yahudi Madinah yang pada waktu itu berkata kepada mantunya, kaum kerabatnya, dan saudara sesusunya yang telah masuk agama islam: “ Tetaplah kamu pada agama yang kamu anut (Islam) dan apa-apa yang diperintahka oleh Muhammad, karena perintahnya benar.” Ia menyuruh orang lain berbuat baik, tapi dirinya sendiri tidak mengerjakannya. Ayat ini sebagai peringatan kepada orang yang melakukan perbuatan seperti itu. Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan ats-Tsa’labi, dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dai Ibnu ‘Abbas.

----------------------------------------------------------------------------------
Sumber : Asbabun Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat al-Quran , Edisi Kedua,K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan dkk, CV Penerbit Diponegoro. Bandung 2004.

Selengkapnya...

Asbabun Nuzul Q.S. Al-Baqarah : 26

Dalam suatu ayat dikemukakan, ketika Allah membuat dua perumpamaan kaum munafikin dalam firman-Nya (Q.S. Al-Baqarah : 17 dan 19), berkatalah kaum munafikin : “ Mungkinkah Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Luhur Membuat Perumpamaan seperti ini ?” Maka Allah Menurunkan Ayat tersebut diatas (Q.S. Al-Baqarah : 26).Ayat ini menjelaskan bahwa dengan perumpamaan-perumpamaan yang Allah kemukakan, orang yang beriman akan menjadi lebih tebal imannya dan hanya orang fasik yang akan semakin sesat karena menolak petunjuk Allah. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dengan beberapa sanad, yang bersumber dari as-Suddi.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa surat Al-Baqarah : 26 tersebut diturunkan sehubungan dengan surah Al-Hajj : 73 dan surah Al-‘Ankabut : 41, dengan reaksi kaum munafikin yang berkata : “ Bagaimana pendanganmu tentang Allah yang menerangkan lalat dan laba-laba di dalam Al-Quran yang diturunkan kepada Muhammad. Apakah ini bukan bikinan Muhammad ?” . diriwayatkan oleh al-Wahidi dari ‘Abdulghani bin Sa’id ats-Tsaqafi, dari Musa bin ‘Abdurrahman, dari Ibnu Juraij dari ‘Atha’, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. ‘Abdulghani itu sangat daif.

Dalam riwayat lain dikemukakan, ketika Allah menerangkan laba-laba dan lalat dalam surah Al-Hajj : 73 dan surah Al-‘Ankabut : 41, kaum musyrikin berkata : “ Apa gunanya laba-laba dan lalat diterangkan dalam Al-Quran?” Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (Q.S. Al-Baqarah : 26). Diriwayatkan oleh ‘Abdurrszzaq di dalam Tafsir-nya, dari Ma’mar, yang bersumber dari Qatadah.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa ayat tersebut diatas (Q.S. Al-Baqarah : 26) diturunkan sehubungannya dengan surah Al-Hajj : 73 dan surah Al-‘Ankabut : 41, dengan reaksi kaum musyrikin yang berkata : “ Contoh macam apakah ini yang tidak patut dibuat perumpamaan?”. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari al-Hasan.


Keterangan ;

Menurut as-Suyuthi, pendapat yang pertama (Ibnu Jarir0 lebih sahih isnad-nya dan lebih munasabah dengan permulaan surah. Sedangkan yang menerangkan kaum musytikin, tidak sesuai dengan keadaan ayat Madaniyah ( yang diturunkan di Madinah).
Adapun yang diriwayatkan oleh al-Wahidi (sebagaimana telah kami kemukakan di atas) yang bersumber dari Qatadah dan al-Hasan, dengan tidak pakai isnad, munasabah apabila menggunakan kata, “ Berkatalah kaum Yahudi “.

--------------------------------------------------------------------------------
Sumber :
Asbabun Nuzul , Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Quran, Edisi Kedua, K.H.Q.Shaleh dan H.A.A Dahlan dkk.CV.Penerbit Diponegoro.Bandung 2004.

Selengkapnya...

Asbabun Nuzul Q.S. Al-Baqarah ayat 1-20

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa empat ayat pertama dari surah Al-Baqarah (Q.S. Al-Baqarah: 2-5) membicarakan sifat-sifat dan perbuatan kaum mukminin, dua ayat berikutnya (Q.S. Al-Baqarah : 6-7) tentang kaum kafirin yang menegaskan bahwa hati, pendengaran, dan penglihatan mereka tertutup. Diperingatkan dan tidak diperingatkan, mereka tetap tidak akan beriman, dan dan tiga belas ayat selanjutnya (Q.S. Al-Baqarah : 8-20) menegaskan cirri-ciri, sifat, dan kelakuan kaum munafikin. Diriwayatkan oleh al-Faryabi dan Ibnu Jarir yang bersumber dari Mujahid.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Allah berfirman, innal ladziina kafaruu sawaa-un ‘alaihim ….(Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka ….) samapai …..wa lahum ‘adzabun ‘azhiim (…..dan bagi mereka siksa yang amat berat) (Q.S. Al-Baqarah: 6-7) diturunkan berkenaan dengan kaum Yahudi Madinah, yang menjelaskan bahwa mereka itu, walaupun diperingatkan, tetap saja tidak akan beriman. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Ishaq, dari Muhammad bin Abi ‘Ikrimah, dari Sa’id bin Jubair, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa dua ayat ini (Q.S. Al-Baqarah : 6-7) diturunkan di dalam Peperangan Ahzab [1]. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ar-Rabi’ bin Anas.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Firman Allah, wa idzaa laqul ladziina aamanuu ….(dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman …..) (Q.S. Al-Baqarah : 14) diturunkan berkenaan dengan ‘Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, dalam peristiwa sebagi berikut : pada suatu hari di saat mereka bertemu dengan beberapa sahabat Nabi Saw. ‘Abdullah bin Ubay berkata kepada teman-temannya : “ Lihatlah, bagaimana caraku mempermainkan mereka yang bodoh-bodoh itu !” Ia pun mendekat dan menjabat tangan Abu Bakr sambil berkata : “ Selamat Penghulu Bani Taim dan Syaikhul Islam, orang kedua beserta Rasulullah di Gua (Tsur), dan mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk Rasulullah.” Kemudian ia menjabat tangan ‘Umar sambil berkata : “ Selamat Penghulu Bani ‘Adi bin Ka’ab, yang mendapat gelaran al-Faruq, yang kuat memegang Agama Allah, yang mengorbankan jiwa dan harta bendanya untuk Rasulullah.” Kemudia ia menjabat tangan ‘Ali bin Abi Thalib sambil berkata : “ Selamat saudara sepupu Rasulullah, mantunya, dan Penghulu Bani Hasyim sesudah Rasulullah.” Setelah itu merekapun berpisah. Berkatalah ‘Abdullah bin Ubay kepada kawan-kawannya: “ Sebagaimana kamu lihat perbuatanku tadi, jika kamu bertemu dengan mereka, berbuatlah seperti apa yang telah kulakukan.” Kawan-kawannya pun memuji-muji ‘Abdullah bin Ubay. Setibanya kaum muslimin (Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Ali) di hadapan Nabi Saw. Mereka memberitahukan peristiwa tadi. Maka turunlah ayat tersebut di atas (Q.S. Al-Baqarah: 14). Ayat ini membeberkan kepalsuan golongan munafikin dalam mengahadapi kaum muslimin. Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan ats-Tsa’labi, dari Muhammad bin Marwan dan as-Suddish Shaghir, dari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas. Sanad Hadits ini sangat dhaif, karena as-Suddish Saghir itu seorang pendusta, serta al-Kalbi dan Abu Shalih itu daif.

Dalam suatu rwayat di kemukakan bahwa dua orang munafik Madinah lari dari Rasulullah kepada kaum musyrikin. Di jalan ditimpa hujan (sebagaimana diterangkan dalam surah Al-Baqarah : 19-20, hujan tersebut mengandung guruh yang dasyat, petir, dan kilat). Tiap kali ada petir, mereka menutup telinga dengan jari, karena takut memekakkan telingan, dan mati karenanya. Apabila kilat bersinar, mereka berjalanb, dan apabila tiada sinar kilat, mereka tidak dapat melihat. Mereka kembali ke jalan semula untuk pulang dan menyesali perbuatan mereka. Keesokkan harinya mereka menghadap Rasulullah Saw. Menyerahkan diri masuk islam dengan sebaik-baiknya. Allah mengumpamakan kejadian dua orang munafik ini kepada kaum munafikin lainnya yang ada di Madinah. Apabila menghadiri majelis Rasulullah Saw. Mereka menutup telinga dengan jarinya karena takut terkena oleh sabda Rasulullah yang menerangkan hal ihwal mereka sehingga terbongkarlah rahasianya, atau mereka jadi tunduk, karena terpikat hatinya. Perbandingan antara kedua orang munafik dengan munafikin Madinah ialah :

1. Kedua orang munafik menutup telinga karena takut mendengar guruh yang memekakkan, dan apabila kilat bersinar, mereka berjalan. Sedang kaum munafikin Madinah menutup telinga karena takut terkena sabda Rasulullah, akan tetapi di saat banyak harta, anak buah, dan mendapat ganimah atau kemenangan, mereka ikut serta dengan kaum muslimin dan berkata : “ Nyatalah sekarang benarnya agama Muhammad itu “, dan mereka merasa tentram.

2. Kedua orang munafik apabila tiada cahaya kilat, mereka berhenti dan tertegun. Sedang kaum munafikin Madinah apabila habis hartanya, anak buahnya, dan terkena musibah, mereka berkata : “ Inilah akibat agama Muhammad”, mereka kembali murtad dan kufur. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abu Shalih yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas, Murrah, Ibnu Mas’ud, dan beberapa orang shabat lainnya.
-----------------------------------------------------------------------------------

Sumber : ASBABUN NUZUL Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat Al-Quran, K.H.Q. Shaleh dan H.A.A. Dahlan dkk, Edisi Kedua, CV Penerbit Diponegoro Bandung, 2004.


Selengkapnya...

Asbabun Nuzul Q.S. Al-Falaq, 113 dan Q.S. An-Naas, 114

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Rasulullah pernah mengalami sakit parah. Maka datanglah pada beliau dua malaikat, yang satu duduk disebelah kepala beliau dan yang satu lagi di sebelah kaki beliau. Berkatalah malaikat yang duduk disebelah kaki beliau kepada malaikat yang duduk di sebelah kepala beliau : “ Apa yang engkau lihat ? “ Ia menjawab : “ Beliau terkena guna-guna.” Dia bertanya lagi : “ Apa guna-guna itu ?” Ia menjawab : “ Guna-guna itu sihir !” Dia bertanya lagi : “ Siapa yang membuat sihirnya ?” Ia menjawab : “ Labid bin al-A’sham al-Yahudi, yang sihirnya berupa gulungan yang disimpan di dalam sumur itu, timbalah airnya dan angkat batunya, kemudian ambillah gulungannya dan bakarlah.”
Pada pagi harinya Rasulullah mengutus ‘Ammar bin Yasir dan kawan-kawannya. Setibanya disumur itu, tampaklah airnya merah seperti air pacar. Air itu ditimbanya, dan diangkat batunya, serta dikeluarkan gulungannya kemudian dibakar. Ternyata di dalam gulungan itu ada tali yang terdiri atas sebelas simpul. Kedua surah ini (Q.S. Al-Falaq, 113 dan Q.S. An-Naas, 114 ) turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. Seetiap kali Rasulullah mengucapkan satu ayat, terbukalah simpulnya. (Diriyatkan oleh al-Baihaqi di dalam Kitab Dalaa-ilun Nubuwwah, ari al-Kalbi, dari Abu Shalih, yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi membuatkan makanan untuk Rasulullah. Setelah memakan makanan itu, tiba-tiba Rasulullah sakit keras, sehingga sahabat-sahabatnya mengira bahwa penyakit itu timbul akibat perbuatan Yahudi itu. Maka turunlah Jibril membawa dua surah ini (Q.S. Al-Falaq, 113 dan Q.S. An-Naas, 114) serta membacakan ta’awudz. Seketika itu juga Rasulullah keluar menemui sahabat-sahabatnya dalam keadaan sehat wal afiyat. (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di dalam Kitab ad-Dalaa-il, dari Abu Ja’far ar-Rabi’ bin Anas, yang bersumber dari Anas bin Malik)

Sumber : Asbabun Nuzul , Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-ayat Al-Quran, Edisi Kedua, K.H.Q.Shaleh dan H.A.A Dahlan dkk.CV.Penerbit Diponegoro.Bandung 2004.


Selengkapnya...

Jadilah Penerang Bagi Orang Lain "BLOG MAS CAHYO" 'HOME,FIKIH,HADIS,AL-QURAN,SHALAT,OASE ISLAM,DAN TUTORIAL'

Konsultasi Skripsi

RPP - SILABUS

Ebook CHM Murah

Tausiyah


Allah Ta'ala berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
"Dan tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya sama menyembah Allah, dengan tulus ikhlas menjalankan agama untuk-Nya semata-mata, berdiri turus dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat dan yang sedemikian itulah agama yang benar." (al-Bayyinah: 5)
Allah Ta'ala berfirman pula:
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ
"Samasekali tidak akan sampai kepada Allah daging-daging dan darah-darah binatang kurban itu, tetapi akan sampailah padaNya ketaqwaan dan engkau sekalian." (al-Haj: 37)
Allah Ta'ala berfirman pula:
قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ
"Katakanlah - wahai Muhammad ,sekalipun engkau semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah." (ali-lmran: 29)

Followers

BLOG MAS CAHYO Headline Animator

Buku Tamu

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Chatbox

 

Copyright © 2009 by BLOG MAS CAHYO

HEAD LINE NEWS BLOG MAS CAHYO | HOME FIKIH HADIS AL-QURAN FATWA OASE ISLAM DOWNLOAD TUTORIAL